Dan sekarang, entah karena dorongan apa — mungkin kopi tadi sore terlalu kuat, mungkin algoritma Instagram mulai bosan menunjukkan konten yang sama — saya memutuskan untuk benar-benar mulai menulis. Lagi. Sungguhan kali ini.
Kenapa Nulis?
Bukan karena ingin viral. Bukan karena ingin jadi content creator yang foto tangannya memegang kopi dengan angle 45 derajat sambil pura-pura tidak sadar difoto.
Saya ingin nulis karena dua hal sederhana yang ternyata tidak sesederhana kelihatannya:
Pertama — saya ingin belajar konsisten. Ini musuh lama saya. Konsistensi. Kami punya hubungan yang rumit. Saya mengaguminya dari jauh, dia tidak pernah benar-benar hadir dalam hidup saya. Tapi ya, harus dicoba. Kata orang bijak yang entah siapa: mulai saja dulu. Jadi ini dia, saya mulai.
Kedua — saya mulai sadar bahwa ingatan itu tidak gratis selamanya.
Usia saya bukan 22 tahun. Dan saya mulai merasakan bahwa hal-hal kecil yang dulu terasa tidak penting — bau rumah nenek, percakapan absurd dengan teman waktu SMA, kejadian konyol di kantor yang bikin saya tertawa sampai meja goyang — perlahan mulai memudar. Seperti foto yang tersimpan di memori HP lama yang baterainya sudah tidak bisa di-charge.
Saya tidak mau lupa. Atau setidaknya, kalau nanti lupa, ada arsipnya di sini.
Lalu Apa yang Akan Saya Tulis?
Tidak ada tema besar. Tidak ada editorial calendar yang rapi. Tidak ada niche.
Yang ada:
- Hobi dan hal-hal yang saya suka — desain, teknologi, hal-hal yang membuat otak saya berbunyi klik dengan cara yang menyenangkan.
- Ingatan masa kecil — yang kadang manis, kadang aneh, kadang saya tidak yakin itu benar-benar terjadi atau hanya konstruksi ulang dari mimpi.
- Masa lalu — bukan untuk meratapi, tapi karena masa lalu itu lucu kalau sudah cukup jauh untuk ditertawakan.
- Opini tentang kejadian terkini — dengan sadar bahwa opini saya tidak akan mengubah dunia, tapi minimal tertulis dan tidak hanya berputar di kepala saya jam 2 malam.
- Kejadian sehari-hari — di rumah, di kantor, di jalan — hal-hal kecil yang kalau diceritakan dengan cara yang benar, ternyata jauh lebih menarik dari headline berita manapun.
- Kisah lucu — karena hidup ini sudah cukup berat, tidak perlu tulisan saya menambah bebannya.
Untuk Siapa Blog Ini?
Jujur? Untuk saya sendiri.
Kalau ada yang baca dan merasa relate — selamat, berarti kita sama-sama manusia dengan problematika yang kurang lebih serupa. Kalau tidak ada yang baca — juga tidak apa-apa. Saya sedang berbicara ke diri saya di masa depan yang mungkin sudah lupa caranya tertawa pada hal-hal kecil.
Hei, kamu yang baca ini di tahun depan, atau lima tahun lagi — semoga kamu masih ingat kenapa kamu mulai. Dan semoga kamu tertawa membacanya.
Selamat datang. Ini baru awal.
Dan saya tidak berjanji jadwal teratur — tapi saya berjanji untuk jujur.
Itu sudah cukup untuk sekarang.
— ditulis dengan satu cangkir kopi dan terlalu banyak pikiran yang menunggu giliran.
-caption foto : Rumah dulu di Griya Kamarung Indah Jl. Vanellyi Citeureup, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat